Obesitas adalah kondisi gangguan metabolik ditandai dengan penumpukan lemak tubuh secara berlebihan. Kondisi ini berkaitan dengan berbagai faktor, termasuk genetik. Dalam beberapa tahun terakhir, penelitian menunjukkan bahwa genetika memiliki pengaruh terhadap obesitas, meskipun bukan satu-satunya penyebab utama.
Obesitas Adalah Gangguan Metabolik dan Kaitannya dengan Keturunan
Secara ilmiah, faktor genetik diperkirakan menyumbang kontribusi yang cukup signifikan terhadap risiko obesitas. Studi-studi menunjukkan bahwa tingkat heritabilitas obesitas berada di kisaran 40% hingga 70%.
Angka tersebut mengindikasikan bahwa hampir setengah hingga lebih dari separuh variasi berat badan antar individu mendapat pengaruh keturunan. Gen tertentu berperan dalam mengatur nafsu makan, metabolisme energi, distribusi lemak, hingga respons tubuh terhadap makanan.
Namun, temuan tersebut tidak berarti bahwa obesitas sepenuhnya hasil dari genetik. Penelitian jurnal PLOS Medicine menunjukkan kontribusi faktor genetik terhadap peningkatan massa tubuh hanya sekitar 23 persen.
Artinya, meskipun gen memiliki pengaruh, sebagian besar perubahan berat badan masih sangat dipengaruhi oleh faktor eksternal. Misalnya saja gaya hidup, pola makan, aktivitas fisik dan lingkungan sosial.
Obesitas Sebagai Kondisi Multifaktor
Setiap studi mencoba menegaskan bahwa obesitas adalah kondisi multifaktorial. Seseorang mungkin memiliki predisposisi genetik yang membuatnya lebih rentan mengalami peningkatan berat badan. Meski begitu, predisposisi tersebut tidak secara otomatis menyebabkan obesitas.
Lingkungan yang penuh dengan bahan makanan tinggi kalori dan rendahnya aktivitas fisik turut menjadi pemicu. Hal yang kerap memperkuat ekspresi dari faktor genetik tersebut.
Dengan kata lain, genetik dapat dianggap sebagai peta risiko, bukan faktor mutlak. Individu dengan riwayat keluarga obesitas memang memiliki kemungkinan lebih tinggi untuk mengalami kondisi serupa. Namun tentu risiko tersebut dapat terkendali melalui intervensi gaya hidup yang tepat.
Pola makan seimbang, olahraga teratur, tidur yang cukup, serta manajemen stres menjadi faktor penting. Khususnya dalam mengurangi dampak dari pengaruh genetik tersebut.
Kesimpulannya, obesitas adalah kondisi yang memiliki keterkaitan dengan faktor genetik, bahkan heritabilitasnya cukup tinggi. Namun, kontribusi gen tidak dominan secara mutlak dalam menentukan massa tubuh seseorang. Obesitas tetap menjadi kondisi yang sangat dipengaruhi oleh gaya hidup dan lingkungan. Artinya, meski punya gen obesitas, jika gaya hidupnya baik, maka risiko tersebut dapat terminimalisir.
