suku bunga deposito

Simulasi Suku Bunga Deposito Bulanan dan Tahunan

Hitung estimasi keuntungan investasi Anda dengan kalkulator suku bunga deposito kami. Dapatkan simulasi bunga bulanan dan tahunan yang akurat setelah dipotong.

Suku bunga deposito dirancang untuk membantu menghitung estimasi pendapatan dari bunga deposito berjangka secara lebih mudah. Dengan mengetahui rumusnya sejak awal, investor bisa melihat gambaran hasil simpanan sesuai tenor, nominal dan bunga yang dipilih. 

Rumus Suku Bunga Deposito untuk Menghitung Keuntungan

Deposito merupakan salah satu produk perbankan yang dipilih untuk menempatkan dana dalam jangka waktu tertentu. Dana ini bisa dicairkan pada waktu tertentu sesuai tenor yang dipilih, mulai dari satu bulan, dua bulan, tiga bulan hingga 12 bulan atau lebih. 

Menghitung Bunga Deposito Setelah Jatuh Tempo

Investor bisa menghitung bunga deposito setelah jatuh tempo dengan rumus setoran awal + (bunga deposito – pajak bunga deposito). Sementara pajak bunga deposito bisa dihitung dengan rumus bunga deposito × persentase pajak (20%).

Contoh kasus:

Investor menaruh dana Rp20.000.000 di deposito dengan tenor 12 bulan. Suku bunga depositonya adalah 5,5% per tahun dengan pajak bunga 20%. Berapakah bunga depositonya?

Jawaban:

Bunga deposito:

= (Rp20.000.000 × 5,5% × 365) / 365

= Rp20.000.000 × 0,055

= Rp1.100.000

Pajak bunga: 

= Rp1.100.000 × 20%

= Rp220.000

Total akhir:

= Rp20.000.000 + (Rp1.100.000 – Rp220.000)

= Rp20.880.000

Jadi, keuntungan bersih yang diperoleh setelah 12 bulan adalah Rp 880.000.

Menghitung Bunga Deposito Per Bulan

Rumus paten untuk menghitung bunga deposito adalah setoran awal × suku bunga × jangka waktu/jumlah hari (1 tahun). Namun, jika bank menyalurkan bunga setiap bulan, bisa juga menggunakan rumus (Setoran awal × suku bunga deposito × 30 hari × 80%) / 365 hari. 80% diperoleh dari hasil bunga setelah dikurangi pajak 20%.

Contoh kasus:

Investor menyetorkan dana awal Rp20.000.000, tenor 12 bulan dan bunga deposito 5,5% per tahun. Lantas, berapakah bunga deposito per bulannya?

Jawaban:

= (Rp20.000.000 × 5,5% × 30 × 80%) / 365

= (Rp20.000.000 × 0,055 × 30 × 0,8) / 365

= (Rp26.400.000) / 365

= Rp72.329

Jadi, setiap bulan investor akan menerima bunga bersih kurang lebih sekitar Rp72.329. Jika dikali 12 bulan, maka total keuntungannya mendekat Rp867.948 (sedikit berbeda karena adanya pembulatan).

Memilih Bank dengan Bunga Deposito Tertinggi

Setelah mengetahui rumus Suku bunga deposito, investor juga harus jeli dalam memilih bank untuk menyimpan dana. Sebagai rekomendasi, berikut beberapa tips penting yang bisa diikuti untuk menemukan bank dengan bunga deposito tinggi. 

  • Bandingkan suku bunga deposito: Cobalah membandingkan bunga deposito dari beberapa bank. Namun, perhatikan legalitas dan keamanan layanan tersebut. 
  • Pastikan bank terdaftar di LPS: Pastikan bank merupakan peserta Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) yang menjamin simpanan hingga Rp 2 miliar per nasabah per bank.
  • Jangka waktu: Pilihlah tenor sesuai rencana keuangan. Jika membutuhkan fleksibilitas, pilih tenor pendek yang mudah dicairkan. 
  • Periksa mekanisme pencairan dana: Sebelum membuka deposito, pastikan cara pencairannya terlebih dahulu. Sebab, beberapa bank bisa mencairkan otomatis ke rekening tabungan. Namun, ada pula bank yang meminta investor hadir secara langsung ke pihak cabang. 

Mempelajari rumus bunga deposito memudahkan investor untuk melihat gambaran dari hasil simpannya. Kini, perhitungannya pun semakin mudah sebab setiap bank sudah menyediakan Suku bunga deposito online sesuai ketentuan dan kebijakan masing-masing. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *